Pukul empat pagi hari, saya dan teman-teman saya sudah bersiap siap untuk penerbangan selanjutnya menuju negara tujuan kita, Macau. penerbangan dimulai pukul 06.30.
saat akan menuju gate keberangkatan, saya dan Betty tiba-tiba disuruh check in ulang ke konter air as*a. akhirnya kita nurut saja, tapi ternyata pelayanannya pun lamaaaaaaaa sekali, sedangkan mbak Dayang ga disuruh check in lagi (bingung w), sehingga membuat saya dan betty harus berlari ketika harus menuju gate karena bandara KLIA2 itu LUAS banget. ngos-ngosan w larinya.
Setelah sampai di waiting room, untung pesawatnya belum boarding tapi mbak Dayang ternyata sudah mencari kita sejak tadi. akhirnya kitapun menceritakan kronologi hilangnya saya dan betty. mbak Dayang pun ngakak mendengarnyaa, HUH!! Di dalam waiting room, kamipun berkenalan dengan datuk konglomerat dari Serawak, kayanya tuh orang mau foya-foya di cina dah! (mon maap suudzon).
After 4 hours we've been sitting on flight, finally Macau International Airport (MFM) as a major destination. Macau, I'm coming! Setelah sampai di Bandara Macau, yang pertama kali saya rasakan adalah dingin, bahkan lebih dingin dari rumah saya (Nongkojajar City :D)
For your information, bandara macau itu kecil sekaliii, bahkan saat kita landing, di sebelah nya langsung laut, karena airport dibangun di atas tanah reklamasi. merinding badayyy pokoknya.
Setelah keluar dari pesawat, hal pertama yang saya cari adalah toilet karena saya tidak sempat cuci muka dan gosok gigi di bandara KLIA2. eh pas sampai di toilet, kita pun bertemu emak-emak sosialita batam yang lagi berlibur juga ke Macau. setelah itu kita menuju loket imigrasi, dan tidak ada antrian alias kita kelamaan di toilet. tiba-tiba mbak Dayang dibentak sama petugas imigrasinya, ask why? we are still guessing. maybe her face looks like Chinese yang membuat pegawainya mengira dia sebangsa dan sepertinya dia bermaksud menyuruh mbakdayang cepet-cepet ke antrian imigrasi dengan bahasa kantonnya. otomatis kita melongo, dan akhirnya mbak Dayang ngomong pake bahasa inggris dan menunjukkan paspor hijau. akhirnya petugaspun tau kalo Mbak Dayang bukan orang sebangsanya.
![]() |
| paspornya ga distempel cyinnn |
Ternyata pengalaman pertama kali menginjakkan kaki di Macau tidak hanya itu saja. after we asked to tourism center how to reach our hotel yang letaknya di Macau Peninsula, dia nyuruh kita naik bis seharga 4.2 HKD/MOP perorang. tak lupa kita pun membawa peta (yakalii DORA THE EXPLORER). kitapun menaiki bis yang ternyata menurut saya cukup ugal, membuat saya pusing, ditambah masuk angin, ditambah menghadap belakang, plus membaca peta (yang banyak aksara kantonnya) dimana kita akan turun. COMPLETE! akhirnya kita memilih turun di suatu tempat random, karena kita tidak tahu dimana itu.
Saya cukup putus asa, ternyata traveling ke luar negeri apalagi tidak mengerti aksara serta bahasanya itu yatuhaaaaan....(tidak bisa dideskripsikan) saya dan betty memilih untuk duduk menunduk saja karena sudah cukup pusing. Mbak Dayang pun berinisiatif bertanya pada warga lokal dimana hotel kami berada, namun kebanyakan untuk para orang yang sudah tua kurang bisa memahami bahasa inggris. sampai pada akhirnya kita tanya kepada orang yang masih muda dengan harapan dia bisa memberitahu kami. ternyata hotel itu tepat berada di depan kami, hanya berjarak 50m dari tempat saya turun dari bis tadi. Ya Allah :) dan yang lebih menggembirakan, setelah saya betty dan mbakdayang berunding ternyata orang yang kami tanyakan tadi nyeletuk
"orang indo ya?"
yaallah, lapo mang ngomong sok-sokan nggae boso inggris lalek tibakne podo wong endonesa e hehehe. but do you know what i feel? seperti nemu oase di gurun pasir (lebay, skip)
setelah cek in di hotel, ternyata kami harus deposit 200 HKD sebagai jaminan kita tidak akan merusak properti hotel atau cek out telat. kami pun beristirahat sebentar sambil menunggu saudara betty (Mbak Sari) nyamperin kita di hotel. setelah istirahat, mandi, dia datang menunggu di lobby bawah hotel. dia mengajak kita berkeliling di Ruins St. Paul sambil menikmati portuguese egg tart hits macau, Pastelaria Koi Kei. perut saya sangat lapar meningat dari tadi pagi saya hanya makan pas subuh (kaya sahur) di Quizinn, saya membeli nasi lemak lagi dan milo suam kuku seharga kurang dari 10 RM total.
| terharu, biasanya liat didepan internet sekarang bisa liat dengan mata kepala sendiri |
ternyata mbak sari cukup peka, kita pun diajak makan ke restoran daerah Senado Square dimana porsi makanan di luar negeri itu ternyata porsi jumbo. mantap!!
saya dengan polosnya, makanan sebanyak itu HABIS BERSIH PEMIRSA!!
saya yg tadi awalnya masuk angin langsung SEGER WARAS TAHES LOP LOPAN hahahahahahahahahahahahahaaaaaaa
padahal mbak sari, mbak dayang dan betty makanannya tidak habis. tapi saya?
setelah kita puas berkeliling di senado square akhirnya kita pun memutuskan untuk kembali ke hotel mengingat kita istirahat hanya sebentar HAHAHA (dasar kebo).
-bersambung-

Komentar
Posting Komentar